Salat Subuh

Alhamdulillah, setelah hampir dua bulan tidak dapat Salat Subuh berjamah akibat sakit asam lambung tinggi yang saya derita, akhirnya pagi ini saya mampu kembali Salat Subuh berjamaah. Sebenarnya saat ini kondisi saya belum sembuh benar, namun lebih baik daripada beberapa waktu ke belakang. Sakit yang saya derita ini, sebelumnya tidak memungkinkan saya untuk terkena udara yang dingin, karena biasanya kalau saya terpapar udara yang dingin, maka saya akan merasakan pusing, kondisi perut yang sangat tidak enak, kerongkongan terasa kering, serta berbagai hal lain yang tidak mengenakkan. Oleh karena itu, selain Salat Subuh, dalam waktu 2 bulan ini, saya hampir tidak pernah Salat Magrib dan Salat Isya berjamaah, namun untuk Salat Zuhur ataupun Asar, beberapa kali saya masih sanggup untuk berjalan ke luar, karena biasanya kondisi cuacanya cukup panas. Namun alhamdulillah sekali lagi, kondisi saya berangsur-angsur membaik, walau terkadang masih terasa pusing di kepala, lemas, kesemutan di beberapa bagian, serta mulut yang terasa asam atau pahit ketika makan beberapa makanan tertentu. Untuk sakit asam lambung tinggi yang saya derita ini, nanti akan saya posting tersendiri, mulai dari awal sakit hingga tahap penyembuhan yang saya lakukan.

Di tengah kondisi saya yang semakin membaik, eh justru malah ibu saya  yang sekarang kondisinya sedang tidak baik. Sakit yang ibu saya derita sama dengan saya derita yaitu asam lambung tinggi, namun kali ini ditambah batuk yang seperti tiada henti, membuat beliau terkadang terjaga dari malam sampai pagi, dan membuatnya kurang tidur. Kemarin ibu sudah ke dokter langganannya yaitu dr. Agus yang praktik di wilayah Antapani, dan semoga saja menjadi jalan kesembuhan bagi ibu saya.

Dari sakit yang cukup berat dan lama yang saya derita ini, saya menyadari bahwa kesehatan adalah hal paling penting sebelum memikirkan hal lainnya. Boro-boro saya memikirkan berbagai hal yang ingin saya capai, yang saya pikirkan saat ini hanyalah bagaimana caranya sembuh total terhadap sakit yang saya derita, dan di masa depan penyakit ini tidak kambuh lagi atau saya menderita sakit yang cukup berat lainnya. Selain itu, saya dapat merasakan bahwa kematian memang benar-benar sangat dekat mengintai kita. Tidak perlu menunggu tua untuk mati, dan tidak juga harus sakit dahulu untuk berada di liang lahat. Semoga saya dan kawan-kawan semua dapat sehat selalu, dan memanfaatkan karunia sehat yang Allah berikan untuk berbuat kebaikan selama di dunia ini.

Advertisements
This entry was posted in keluarga and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s